Kolaborasi mencakup pengajaran, riset terapan, hingga pengabdian masyarakat
BATAM, 9 September 2026 — Upaya memperkuat kualitas dan relevansi pendidikan vokasi di Batam terus dilakukan melalui kolaborasi antarlembaga pendidikan tinggi. Poltevara (Politeknik Inovasi Nusantara) resmi menjalin kerja sama dengan Politeknik Negeri Batam (Polibatam) melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang mencakup bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis bagi kedua institusi untuk membangun kolaborasi yang lebih luas dan konkret dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang semakin relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan masyarakat.
Penandatanganan MoU tersebut tidak hanya menjadi simbol komitmen kelembagaan, tetapi juga membuka ruang bagi berbagai program kolaboratif yang dapat melibatkan dosen, mahasiswa, peneliti, serta mitra industri dan masyarakat.
Dalam bidang pendidikan dan pengajaran, Poltevara dan Polibatam dapat mengembangkan berbagai bentuk kolaborasi akademik, mulai dari pertukaran pengetahuan dan pengalaman, seminar dan workshop, pengembangan kompetensi mahasiswa, hingga kegiatan pembelajaran yang memperkaya pengalaman akademik dan praktis mahasiswa.
Sementara di bidang penelitian, kedua institusi akan memiliki ruang yang lebih luas untuk mengembangkan riset kolaboratif dan riset terapan yang menjawab persoalan nyata di industri maupun masyarakat.
Kolaborasi juga diarahkan pada pengabdian kepada masyarakat, dengan memanfaatkan kompetensi dan sumber daya kedua perguruan tinggi untuk menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Membangun Vokasi yang Lebih Kuat
Direktur Poltevara, Fandy Iood, mengatakan bahwa kolaborasi antarlembaga pendidikan tinggi merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan vokasi yang kuat.
“Dunia pendidikan tidak bisa berjalan sendiri. Kita membutuhkan kolaborasi agar pengetahuan, teknologi, riset, dan pengalaman dapat saling dipertukarkan dan menghasilkan manfaat yang lebih besar. Kerja sama dengan Politeknik Negeri Batam ini merupakan langkah penting bagi Poltevara untuk terus membangun pendidikan vokasi yang relevan, adaptif, dan dekat dengan kebutuhan industri.”
Menurut Fandy, Batam memiliki posisi strategis sebagai kawasan industri dan pusat pertumbuhan ekonomi. Kondisi tersebut membuat perguruan tinggi vokasi memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan lulusan yang dihasilkan tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kompetensi praktis dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan teknologi.
“Kami ingin membangun pendidikan yang tidak berhenti di ruang kelas. Mahasiswa harus mendapatkan pengalaman belajar yang dekat dengan persoalan nyata, memiliki kesempatan melakukan riset terapan, berinteraksi dengan industri, dan pada saat yang sama mampu memberikan kontribusi kepada masyarakat,” ujarnya.
Dari MoU Menuju Program Nyata
Kerja sama Poltevara dan Polibatam diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen kerja sama. Kedua institusi akan mendorong tindak lanjut dalam bentuk program yang konkret dan terukur.
Kolaborasi tersebut dapat mencakup program akademik bersama, pengembangan kompetensi dosen dan mahasiswa, penelitian kolaboratif, seminar dan konferensi, pengembangan inovasi dan teknologi, serta program pengabdian masyarakat.
Sinergi ini juga diharapkan dapat memperluas kesempatan mahasiswa untuk belajar dari lingkungan akademik yang lebih beragam sekaligus mendapatkan pengalaman dalam menyelesaikan persoalan nyata.
Bagi Poltevara, kerja sama dengan Polibatam menjadi bagian dari visi untuk membangun perguruan tinggi vokasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, kuat dalam praktik, dekat dengan industri, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi, kedua institusi berharap kerja sama ini dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai salah satu pusat pendidikan vokasi dan pengembangan talenta di Indonesia.
“Kolaborasi hari ini adalah investasi untuk menyiapkan talenta masa depan,” tutup Fandy.